Kinerja Kolektif

Keberhasilan PT. DI bersama LAPAN menerbangkan N-219, melengkapi moncernya kinerja BUMN manufaktur. Sebelum N-219 mengudara di langit kota Bandung, KRI Martadinata telah menjadi bagian dari kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut (TNI AL). Kapal tersebut, dihasilkan dari galangan kapal nasional, bernama PT. PAL. Di sektor perhubungan darat, mobilisasi penumpang angkutan kereta api, semakin nyaman karena keberhasilan PT. Industri Kereta Api (PT. INKA) menciptakan gerbong berstandar internasional. Kebangkitan industri manufaktur dalam negeri, semakin nyata, ketika anggota TNI berhasil memenangkan ajang menembak internasional dengan senjata buatan PT. Pindad.

Kebangkitan industri strategis nasional, tak semata keberhasilan kinerja kabinet. Tapi hasil dari KINERJA KOLEKTIF sebuah bangsa, dalam mengelola negara. Kebangkitan BUMN manufaktur ditopang oleh keberpihakan kebijakan dalam bentuk Undang Undang(UU). Salah satunya adalah Undang Undang no. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian. Dalam UU tersebut, industri manufaktur dalam negeri mendapatkan prioritas untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional.

Bicara UU, tentu saja bicara kebijakan politik, utamanya kerjasama diantara lembaga legislatif dan eksekutif. Keberpihakan kedua belah pihak, kepada sektor manufaktur nasional-lah yang membuat pesawat, kapal, gerbong kereta api, senjata, dan aneka produk dalam negeri berhasil memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Bukan sebuah hal yang tabu, jika dalam beberapa pemberitaannya, keberhasilan BUMN mengembangkan produknya dikaitkan dengan kinerja pemerintah. Tapi, pemerintah juga tak akan mampu berbuat banyak, jika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak memberikan “lampu hijau” ketika pemerintah mengajukan Rancangan APBN, yang didalamnya memuat pembiayaan pengembangan industri nasional. Kebangkitan BUMN Strategis mengembangkan, memproduksi dan memasarkan produknya, juga berkat aktif dan patuhnya seluruh warga negara membayar pajak, yang menjadi pemasukan utama APBN.

Maka, pantaskah keberhasilan pembangunan ini diklaim secara sepihak ???

Baca juga :

Bangkitnya Industri Dirgantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *