Resiko Kanker Mulut Rahim

Kanker cervix adalah salah satu penyakit mematikan bagi wanita. Data statitiska kesehatan yang dihimpun oleh American Cancer Society, menyebutkan bahwa 4.210 wanita meninggal dunia karena kanker cervix, atau sekitar 12 kematian setiap hari, di Amerika Serikat. Beberapa figur dunia meninggal karena penyakit ini, diantaranya adalah Julia Perez, Yana Zein, Anita Mui, dan mantan ibu negara Argentina, Evita Peron.

Kanker cervix adalah sebuah penyakit, dimana sel sel cervix (mulut/leher rahim) berkembang secara abnormal, atau tak terkendali. Ketika diteliti, ternyata penyakit ini berhungan erat dengan virus bernama Human Papiloma Virus (HPV). Virus ini menginfeksi tubuh pasien melalui hubungan seksual, sehingga digolongkan penyakit menular seksual (PMS). Pada pria, infeksi HPV bisa menyebabkan kanker penis. Selain itu virus ini juga bisa menyebabkan kanker pita suara, akibat aktivitas seks oral. Salah satu pesohor yang  penderita kanker pita suara karena terinfeksi HPV adalah aktor senior Michael Douglas.

Dokter Lysa Veterini, Sp.PA. menjelaskan, tanda tanda kanker cervix diantaranya adalah :

1.Perdarahan pervaginaan

2.Rasa nyeri pada waktu berhubungan seks

3.Nyeri di sekitar panggul

4.Perdarahan setelah melewati masa menopause

5.Keputihan yang abnormal

6.Siklus menstruasi yang memanjang

Kaum wanita, harusnya waspada terserang kanker cervix jika mengalami beberapa gejala seperti diatas. Terlebih jika tergolong wanita yang beresiko tinggi. Wanita yang aktif secara seksual terutama dengan pola berganti ganti pasangan, dan berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun adalah kelompok yang beresiko. Wanita perokok, memiliki riwayat penggunaan kontrasepsi oral (pil kb) dalam jangka waktu lama, memiliki riwayat infeksi jamur, serta menjalani diet tak sehat  dan kegemukan juga termasuk golongan yang beresiko menderita kanker cervix.

Lebih lanjut, Dokter Lysa menjelaskan, pengobatan kanker cervix akan lebih optimal jika dilakukan pada tahapan yang dini (stadium awal). Jika seorang wanita telah berusia lebih dari 40 tahun, sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan pap smear  atau IVA (pemeriksaan visual dengan asam asetat). Dokter yang berpraktek di RS. Islam Surabaya ini juga menjelaskan, resiko penyakit kanker cervix juga bisa diturunkan dengan melakukan imunisasi HPV. Hal ini bertujuan untuk mencegah keganasan virus HPV yang menginfeksi saat berhubungan seksual.

Disamping pendekatan medis, kanker cervic juga bisa dicegah dengan menganut pola hidup sehat. Terlebih menghindari gaya hidup seks bebas, dan pola diet yang buruk. Penggunaan metode kontrasepsi hormonal diusahakan tidak dalam jangka waktu lama, terlebih tanpa rutinitas konsultasi dengan dokter. Metode kontrasepsi non hormonal seperti Intra Uterine Device (IUD), atau kondom, diklaim bisa menurunkan resiko kanker cervix.

Baca juga :

Antibiotika

Infeksi Bakteri Staphylococcus aureus

Hormon Prostaglandin

Sumber :

https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/about/key-statistics.html

https://www.cdc.gov/cancer/cervical/index.htm

https://academic.oup.com/jnci/article-abstract/87/11/796/1141620/Prevalence-of-Human-Papillomavirus-in-Cervical?redirectedFrom=PDF

http://ykicabjatim.blogspot.co.id/2012/09/deteksi-kanker-servik-dengan-metode-iva.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *