Faktor Penyebab Kanker

Penyakit kanker, menjadi salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang paling mematikan. Kanker adalah sebuah kondisi dimana sel sel tubuh berkembang abnormal, atau tidak sesuai dengan kaidah naturalnya. Penamaan kanker, disesuaikan dengan sel organ yang mengalami abnormalitas tersebut. Misalnya, jika bicara kanker cervix, maka itu berarti kita bicara sebuah penyakit yang disebabkan oleh abnormalitas perkembangan sel pada organ reproduksi pada wanita di bagian mulut/leher rahim. Kaidah yan sama, juga berlaku pada kanker lidah, yaitu penyakit abnormalitas perkembangan sel sel lidah.

Kanker memiliki tahapan tahapan atau dikenal sebagai stadium, yang berhubungan dengan keganasan atau keparahan penyakitnya. Semakin tinggi stadiumnya, maka tingkat keparahan penyakit semakin tinggi pula. Terkait penyebabnya, kanker tidak memiliki faktor penyebab tunggal. Para peneliti, hanya menyebutkan beberapa faktor sebagai faktor resiko kejadian kanker. Biasanya, untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat, antara sebuah faktor resiko dengan penyakit, dilakukan studi epidemiologi.

Studi menunjukkan, saat ini ada 27 jenis kanker, dan di tahun 2012 terdapat 14.1 juta orang yang didiagnosa menderita kanker, dan 8.2 juta manusia meninggal karena penyakit ini. Masih dari penelitian yang sama, 3 jenis kanker yang menyebabkan kematian tertinggi adalah kanker paru, hati dan saluran pencernaan.

Dr. Lysa Veterini, Sp.PA., menjelaskan, untuk penyakit kanker, tidak bisa disamakan dengan penyakit infeksi, yang biasa disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit. Tidak ada agen penyebab tunggal, yang menyebabkan seseorang menderita kanker. American Cancer Society menjelaskan, beberapa penelitian telah menyebutkan faktor faktor resiko yang berhubungan dengan kanker, diantaranya adalah :

  1. Faktor genetic yang diturunkan dari orang tua
  1. Gaya hidup (asupan nutrisi dan pola makan, merokok, aktfitas fisik dan olahraga)
  2. Eksposure alami (sinar ultraviolet, agen infeksi, gas)
  3. Metode pengobatan (radiasi dan pengobatan yang menggunakan metode kemoterapi, obat hormonal, obat penekan system imun)
  4. Eksposure yang ada di tempat kerja
  5. Eksposure yang ada di rumah
  1. Polusi

Eksposure atau paparan benda kimiawi/fisik/biologis yang diduga menyebabkan kanker disebut dengan karsinogen. Dalam beberapa kasus, ada karsinogen yang diduga kuat menjadi penyebab kanker, misalnya infeksi Human Papiloma Virus (HPV) yang menyebabkan kanker mulut rahim dan kanker pita suara. Selain itu ada juga polutan yang dianggap sebagai karsinogen misalnya timbal, yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan bermotor. Selain itu, merokok juga disebutkan sebagai sebuah perilaku yang berhubungan dengan kanker paru dan pita suara.

Namun, masih ada juga, faktor faktor lain, yang diduga menjadi penyebab kanker. Misalnya, kebiasaan makan daging bakar (steak/sate). Dokter Lysa Veterini menjelaskan, kebiasaan ini berhubungan dengan kanker, karena protein yang dibakar termasuk salah satu karsinogen. Dokter spesialis patologi anatomi ini juga menjelaskan, sisa obat nyamuk semprot, yang menempel di sprei,dalam beberapa penelitian, juga bisa menjadi salah satu penyebab kanker. Karena obat nyamuk semprot mengandung bahan bahan kimia yang karsinogenik (bersifat menyebabkan kanker).

Terkait resiko kanker payudara, dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Islam Surabaya ini menjelaskan, ada beberapa faktor resiko :

  1. Mutasi gen BRCA 1 dan BRCA 2
  2. Pemakaian kontrasepsi hormonal
  3. Usia tua

Beberapa kasus kanker memang bisa sembuh dengan pengobatan, terutama jika didiagnosa pada stadium awal. Namun, langkah pencegahan lebih diutamakan disbanding pengobatan. Salah satu tindakan pencegahan adalah menurunkan resiko paparan karsinogen. Tindakan pencegahan ini, bisa berupa faktor perilaku (tidak merokok, olahraga teratur, tidak mengonsumsi alcohol, dsb.), imunisasi (imunisasi hepatitis untuk menurunkan resiko kanker hati, imunisasi HPV untuk menurunkan resiko kanker mulut rahim), bahkan pembedahan seperti yang dilakukan oleh Angelina Jolie.

Aktris Amerika Serikat tersebut, memutuskan untuk mengamputasi payudaranya (mastektomi) setelah ia mengetahui dirinya memiliki gen BRCA. Tindakan ini dilakukan untuk menurunkan resiko kanker payudara.

Selain itu, kebijakan kesehatan juga dilakukan untuk menurunkan paparan karsinogen, khususnya dalam skala massal. Misalnya kebijakan yang terkait dengan emisi gas buang kendaraan bermotor, larangan penggunaan pestisida pada sektor pertanian, serta kebijakan tata ruang untuk memisahkan kawasan pemukiman dengan industri.  Kanker, pada dasarnya bisa dicegah dengan cara menurunkan faktor resiko. Tindakan screening genetik juga menjadi langkah efektif untuk mengindentifikasi gen yang terkait dengan kanker. Namun, di negara berkembang seperti Indonesia, salah satu langkah terbaik adalah menerapkan pola hidup sehat, dan tidak terlalu sering mendapatkan paparan dari karsinogen lingkungan (sinar ultraviolet, gas buang kendaraan bermotor, dsb.)

Baca juga :

Resiko Kanker Mulut Rahim

 

Sumber :

Known and Probable Human Carcinogens

Cancer incidence and mortality worldwide: sources, methods and major patterns in GLOBOCAN 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *