Petuah Ayah…

Ilmu mendidik anak, merupakan salah satu kebutuhan seorang laki laki. Terlebih, semakin hari, permasalahan dalam hal pengasuhan atau parenting menjadi kompleks, dan berbelit. Kenakalan anak dan remaja, semakin menyesakkan dada. Anak nakal jaman sekarang, tak sekedar hobi mencuri buah mangga di halaman tetangga, tetapi bisa nekat membunuh dan menghilangkan nyawa, demi mendapatkan lembaran lembaran rupiah untuk bermain judi atau permainan game online.

Anak jaman sekarang juga tak malu malu lagi, menunjukkan perasaan sukanya kepada teman lawan jenisnya. Berhubungan seksual selepas bangku sekolah dasar, adalah perkara yang mulai banyak ditemui. Tak heran kiranya, ketika ada sekelompok orang yang menawarkan jasa mengembalikan keperawanan, larisnya melebihi komoditas kacang goreng. Naudzubillah min dzalik….

Laki laki, sejatinya adalah seorang pemimpin. Ia boleh bersatatus karyawan tanpa pangkat atau jabatan. Tetapi, di dalam rumah, ia adalah seorang imam, pemimpin rumah tangga. Allah SWT berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim [66]:6)

Para ulama berpendapat, dalam ayat ini, Allâh menunjukkan salah satu sifat-Nya. Yaitu Rabb Yang Maha kasih sayang kepada para hamba-Nya. Jika Allah memberikan perintah, pasti itu merupakan kebaikan dan bermanfaat, dan jika Dia memberikan larangan, pasti itu merupakan keburukan dan berbahaya. Maka sepantasnya manusia memperhatikan perintah-perintah-Nya. Kebaikan yang Allâh perintahkan dalam ayat ini, adalah agar kaum Mukminin menjaga diri mereka dan keluarga mereka dari api neraka. Qatâdah rahimahullah berkata, “(Menjaga keluarga dari neraka adalah dengan) memerintahkan mereka untuk bertakwa kepada Allâh dan melarang mereka dari kemaksiatan kepada Allâh Azza wa Jalla , dan mengatur mereka dengan perintah Allâh Azza wa Jalla , memerintahkan mereka untuk melaksanakan perintah Allâh Azza wa Jalla , dan membantu mereka untuk melaksanakan perintah Allâh. Maka jika engkau melihat suatu kemaksiatan yang merupakan larangan Allâh, maka engkau harus menghentikan dan melarang keluarga(mu) dari kemaksiatan itu”.

Salah satu sosok ayah teladan dalam Al Qur’an adalah Luqman. Beliau merupakan salah seorang yang ahli hikmah yang terkenal dengan sebutan ‘Luqmanul Hakim’. Ada ulama yang berpendapat, beliau merupakan sosok shaleh nam,un bukan termasuk golongan nabi.

Salah satu keponakan Nabi SAW, Ibnu Abbas ra., mengatakan, Luqman awalnya adalah seorang budak Ethiophia yang bekerja sebagai tukang kayu. Luqman terkenal dengan kata-katanya yang bijaknya, terutama nasehat-nasehatnya pada sang anak. Luqman adalah teladan bagi para ayah ia mendidik anaknya sejak dini dan menasehatinya dengan nasehat-nasehat indah yang diabadikan dalam Al-Qur’an dan akan senantiasa dibaca oleh kaum muslimin sampai hari kiamat.

Nasehat terpenting Luqman kepada anaknya diabadikan dalam Surat Luqman, ayat ke 13.

Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

Beliau memulai dari hal terpenting yang harus menjadi pegangan seorang muslim sepanjang hidupnya, hanya menyembah Allah SWT dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Inilah nasehat pertama yang harus disampaikan oleh seorang ayah kepada anaknya. Dalam nasehat ini terdapat pelajaran untuk mengenalkan sifat Allah SWT sebagai satu satunya Dzat Yang Berhak Disembah, sehingga mampu menanamkan dalam hati anak rasa kebergantungan hanya kepada Allah.

Alangkah baiknya jika anak dididik untuk mencari pahala surga dan ridha Allah SWT dari kecil, baik itu dengan shalat, mengaji, ataupun taat kepada orang tua, sehingga dair kecil dia sudah berlatih untuk ikhlash dalam beramal. Salah pujangga arab berkata,

Jangan kau mengatakan pada anakmu ‘Shalatlah kamu biar kamu tidak masuk neraka!!!’ tapi katakanlah kepadanya, ‘marilah kita shalat bersama-sama agar kita juga masuk surga bersama-sama.”

Kemudian pada Surah Luqman ayat 14, Allah menyampaikan wasiat kepada kita untuk berbuat baik kepada orang tua, Inilah hal kedua yang perlu ditanamkan pada jiwa anak dari kecil, yaitu berbakti kepada orang tua. Dalam ayat selanjutnya, Luqman menasehati anaknya bahwa Allah maha tahu atas segala perbuatannya sekecil apapun. Kesadaran akan penglihatan kepada perbuatan hambanya sangat perlu ditanamkan dalam jiwa anak sejak kecil agar kelak tumbuh menjadi anak yang shaleh.

Kemudian ia menyampaikan beberapa nasehat berikutnya yaitu menjaga shalat, menyeru kepada kebaikan & mencegah kemungkaran, sabar terhadap musibah yang menimpa, bersikap rendah hati dan menjauhi sifat sombong, serta memelankan suara dalam berbicara.

Semua nasehat Luqman adalah bentuk tarbiyah (pendidikan) dan perhatian kepada anak yang dicintainya, ia seakan memberikan nutrisi rohani bagi jiwa anaknya. Seringkali seorang bapak sibuk mencarikan nafkah bagi anaknya dan lupa memberikannya nafkah rohani yang berupa didikan agar kelak ia tumbuh menjadi anak yang shaleh.

Mendidik anak menjadi sosok yang shaleh adalah investasi terbaik seorang ayah, karena Rasulullah SAW telah bersabda, 

Jika seorang meninggal, terputus amalannya kecuali tiga: shadaqah yang terus mengalir pahalanya, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

Semoga do’a dari anak-anak kita inilah yang akan kita petik dan raih, setelah meninggal dunia.

Aamiin Allahumma Aamiin…

 

Baca juga :

Peran Ayah

Agar Pernikahan Membawa Berkah

Mengenal Ayah Nabi

 

Sumber: 

JAGALAH DIRIMU DAN KELUARGAMU DARI API NERAKA

Pesan-Pesan Luqman

Untaian Nasihat Luqmân Untuk Buah Hatinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *