Mengenal Ayah Nabi…

Abdullah bin Abdul Muthalib adalah ayahanda Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan putra Abdul Muthalib yang paling tampan dan paling dicintai. Abdullah pernah mendapatkan undian untuk disembelih. Hal ini terjadi ketika Abdul Muthalib bernadzar, jika ia dikaruniai 10 anak laki laki dan tidak memiliki kesempatan untuk memiliki anak lagi, maka Abdul Muthalib akan menyembelih 1 diantara 10 anak laki lakinya.

Abdul Muthalib menuliskan nama nama anak laki lakinya di anak panah, dan kemudian anak anak panah tersebut dikocok, dan diserahkan ke hadapan berhala bernama Hubal. Ternyata hasil kocokan, keluar nama Abdullah. Maka Abdul Muthalib kemudian menuntun Abdullah menuju Ka’bah untuk menyembelihnya.

Namun, hal ini dicegah oleh orang orang Quraisy. Karena Abdullah adalah anak yang tampan, sehingga mereka tidak rela jika ia disembelih. Hal ini tentu membuat Abdul Muthalib bingung. Hingga ia berkata, “Kalau begitu, apa yang harus dilakukan sehubungan nadzarku ini ?”

Akhirnya kaum Quraisy menyerahkan masalah ini kepada seorang dukun perempuan. Menurut sang dukun, Abdul Muthalib harus mengundi nama Abdullah dengan 10 ekor unta. Jika yang keluar nama Abdullah, maka Abdul Muthalib harus menambah 10 ekor lagi, hingga Tuhan mereka ridha, dan mengeluarkan nama unta dalam undian itu.

Menurut riwayat Abdul Muthalib harus menambahkan hingga 100 ekor unta. Kemudian unta unta tersebut disembelih, untuk menggantikan Abdullah. Dan daging daging unta tersebut dibiarkan begitu saja, tidak boleh dijamah oleh manusia maupun binatang.

Atas peristiwa ini, Rasulullah SAW pernah bersabda,  “Aku adalah anak dua orang yang disembelih”. Maksud dua orang yang disembelih ini adalah Nabi Isma’il as. dan Abdullah.

Ketika dewasa, Abdul Muthalib menikahkan Abdullah dengan Aminah binti Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Di masa itu, sosok Aminah dipandang sebagai wanita paling terpandang di kalangan Quraisy. Ayah Aminah adalah sosok yang dihormati dan berpengaruh di kalangan Bani Zuhrah. Pasangan Abdullah dan Aminah ini, tinggal di Mekkah.

Suatu saat, Abdul Muthalib mengurus Abdullah pergi ke Madinah, untuk mengurus kurma. Namun dia meninggal di kota tersebut. Namun, ada juga ulama yang berpendapat, Abdullah pergi ke Syam untuk berdagang, lalu bergabung dengan kafilah atau rombongan dagang kaum Quraisy. Dalam perjalanan menuju Syam, Abdullah dan kafilahnya singgah di Madinah. Ketika singgah ini, Abdullah dalam keadaan sakit, dan kemudian meninggal. Menurut para ahli sejarah, Abdullah dimakamkan di Darun-Nabighah Al-Ja’di.

Abdullah meninggal dunia dalam usia 25 tahun. Pendapat mayoritas para ulama ahli sejarah, beliau meninggal sebelum Rasulullah SAW dilahirkan. Meski ada sebagian ulama yang berpendapat, Abdullah meninggal dunia 2 bulan setelah baginda Nabi SAW lahir.

Abdullah mewariskan 5 ekor unta, beberapa ekor domba, dan seorang pembantu wanita Habsy. Ia bernama Barakah, namun memiliki julukan Ummu Aiman. Wanita inilah yang akhirnya mengasuh Rasulullah SAW.

Wallahu ‘alam bi shawab

Baca juga :

Asal Usul Berhala di Mekkah…

 

Sumber :

Al-Mubarakfuri, Shafiyyurrahman. 1997. Sirah Nabawiyah (Terjemahan). Penerbit Al Kautsar.

Author: Rizky Meirawan

Rizky Meirawan, adalah seorang pekerja media di salah satu stasiun televisi nasional, sekaligus pengajar di sebuah sekolah tinggi kesehatan di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Di waktu senggangnya, Rizky Meirawan, aktif menulis di media sosial dan internet untuk berbagi wawasan dan pengetahuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *