Akhlaq Bangsa Arab Jahiliyah…

Meskipun dikenal sebagai masa kelam dalam peradaban manusia, bangsa Arab di masa jahilyah memiliki sifat dan akhlaq yang terpuji. Kondisi bangsa Arab di masa itu, memang erat dengan kesyirikan, amoralitas, perzinahan dan perjudian. Namun, masih ada beberapa perilaku yang terpuji dan mengandung decak kagum manusia.

Diantara beberapa sifat baik mereka adalah sifat dermawan. Bangsa Arab jahiliyah di masa itu, berlomba-lomba dan membanggakan diri dalam masalah kedermawanan dan kemurahan hati. Jika mereka kedatangan tamu, yang sedang dalam kondisi kelaparan, maka bangsa Arab Jahiliyah tidak segan-segan untuk menyembelih seekor unta peliharaannya. Meskipun hewan tersebut adalah harta satu-satunya dan menjadi penopang hidup. Bagi bangsa Arab jahiliyah, menjamu tamu adalah sebuah kesempatan untuk menunjukkan kelas sosial mereka.

Bentuk lain dari kedermawanan Bangsa Arab jahiliyah adalah menyediakan minuman khamr yang tidak terbatas bagi kaumnya. Mereka berlomba-lomba membelanjakan harta untuk membeli khamr dan menyediakannya secara cuma-cuma atau gratis. Khamr di masa itu adalah minuman hasil dari fermentasi buah anggur. Al-Karam adalah sebutan untuk pohon anggur, yang berarti kedermawanan. Sedangkan minuman hasil fermentasi disebut sebagai bintul-karam atau putri kedermawanan. Di masa itu, bangsa Arab jahiliyah juga gemar berjudi. Tapi uniknya, sebagaian besar hasil keuntungan judi itu, digunakan untuk menjamu tamu yang datang ke Mekkah. Terutama para jama’ah haji.

Sifat baik bangsa Arab, ini akhirnya diabadikan Allah, dalam Al Qur’an :

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir , (QS. Al Baqarah : 219)

Dalam ayat tersebut diatas, Allah menjelaskan dampak baik dari khamr dan judi. Namun, Allah mengharamkan keduanya, karena mudharat atau keburukannya lebih besar dari manfaatnya.

Selain itu, bangsa Arab jahiliyah memiliki sifat memenuhi janji. Mereka menjadikan janji sebagaimana hutang, yang wajib untuk dibayarkan. Bahkan, mereka lebih memilih untuk membakar rumah dan membunuh anak kandung daripada harus melakukan perbuatan yang melanggar janji yang telah terucap. Bangsa Arab jahilyah, telah dikenal sebagai bangsa yang pantang menyerang, memiliki semangat yang tinggi sekaligus lemah lembut lagi gemar menolong serta berbuat baik kepada sesamanya. Sedangkan Bangsa Arab badui yang tinggal di pedalaman jazirah, memiliki sifat kesederhanaan, kejujuran, dapat dipercaya dan tidak suka berkata dusta atau berkhianat.

Syeikh Mubarakfuri mengambil hikmah,mengapa Allah mengutus Rasul dan Nabi terakhir dari kalangan bangsa Arab. Karena akhlaq-akhlaq baik inilah yang dipandang perlu untuk menyampaikan risalah kenabian. Sebab beberapa akhlaq tersebut, meskipun ada yang menjurus kepada keburukan, pada dasarnya berharga bagi pembangunan peradaban, yang bisa bermanfaat bagi seluruh umat manusia, jika mendapat sentuhan yang berasal dari wahyu Allah.

Dan akhirnya, ketika Rasulullah SAW diutus menjadi penyeru kaumnya kepada agama Allah, sifat sifat baik yang menjadi karakter bangsa Arab itu, berguna dalam menyebarluaskan Islam hingga ke segala penjuru dunia.

Wallahu ‘alam bi shawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *