Makanan Halal, Gaya Hidup atau Kebutuhan ???

Situs huffingtonpost.com menempatkan Burger Factory sebagai salah satu diantara 20 restoran halal terbaik di Kota Toronto, Canada. 

Burger Factory tidak hanya menyajikan sajian berbahan dasar daging yang lezat, tetapi menjamin kehalalannya. Di mata masyarakat barat,  kuliner halal tidak semata bebas babi dan alkohol. Huffingtonpost.com mendefinisikan hidangan halal adalah olahan masakan yang sesuai dengan syariat Islam. 

Canada dan Amerika Serikat  merupakan dua negara di kawasan Amerika Utara (North America). Belanja makanan halal,  di kawasan tersebut, tertinggi di dunia. Sebuah lembaga riset marketing multinasional,  Statista, memprediksi nilai pasar makanan halal di seluruh dunia sebesar  1.2 Milyar Dollar AS atau sekitar 16.5 Trilyun Rupiah di tahun 2016.

Total belanja makanan halal secara global,  diprediksi terus naik, hingga  mencapai 2.5 Milyar Dollar AS atau sekitar 37 Trilyun Rupiah di tahun 2024 nanti.

Dari data tersebut  diatas, kita bisa melihat bahwa makanan halal menjadi sebuah kebutuhan dan  gaya hidup global. 

Makanan halal adalah sebuah kebutuhan  bagi umat muslim, yang tak hanya dibutuhkan untuk menyambung kehidupan di dunia,  tetapi juga menjadi pelindung  diri dari jilatan api neraka. 

Restoran halal,  semakin bermunculan di berbagai kota dan penjuru dunia, dengan  menu sesuai citarasa lokal. Di AS dan Canada, restoran halal menyediakan masakan khas barat,  seperti Burger, Steak hingga Pasta dan Pizza.

Restoran halal di China juga menyediakan hidangan berbahan dasar mie yang super lezat. Dan di Seoul, juga bertebaran rumah makan halal, yang menyajikan menu khas Korea.

Munculnya restoran halal di berbagai penjuru dunia, membuat  masyarakat internasional menyadari bahwa makanan yang sesuai  syariat  Islam tak identik dengan kuliner Arab dan Timur Tengah. Kreatifitas dalam menyajikan hidangan,  menjadikan konsumsi makanan halal, sebagai sebagai gaya hidup modern dan kekinian.

Berkembangnya industri makanan halal secara global, terkait dengan terus naiknya jumlah umat muslim di seluruh dunia. Orang Islam,  semakin banyak ditemui di berbagai belahan bumi,  tak hanya di Jazirah Arab,  Timur Tengah serta Asia Tenggara.

Rangkaian data dan fakta diatas, akhirnya membuat kita merenungkan  hadits Nabi Muhammad SAW,

“Sungguh agama Islam ini akan sampai ke bumi yang dilalui oleh malam dan siang. Allah tidak akan melewatkan seluruh kota dan pelosok desa, kecuali memasukkan agama ini ke daerah itu, dengan memuliakan yang mulia dan merendahkan yang hina. Yakni memuliakan dengan Islam dan merendahkannya dengan kekufuran”.

Wallahu ‘alam bi shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *