Meraup Untung dari Pertagas…

Setelah hangat pemberitaan mengenai divestasi saham PT. Freeport Indonesia, Jum’at 20 Juli 2018 lalu, ribuan pekerja PT.Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina (FAPPB) melakukan demonstrasi di depan Gedung Kementerian BUMN.

Jika kita menganggap isu pencopotan Menteri BUMN dalam aksi tersebut, lebih kental unsur politiknya, maka kita tak usah membahasnya terlampau dalam. (Gue males ngomongin politik broooooo……..!!!!!!!!!!!)

Mari kita cermati, salah satu pangkal alasan, mengapa para pekerja BUMN Minyak itu berdemonstrasi, yaitu adanya perjanjian Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) yang dikeluarkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Read More …

Sepak Bola Kita…

Gelora Bung Karno, kembali menjadi sumber berita. Anehnya, yang ramai dibicarakan tak terkait dengan akhir laga yang tersaji di stadion. Protokoler dan dunia politik, ternyata yang menyebabkan saya tak banyak membaca berita ulasan pertandingan, di lini media sosial…

Tenang saja… tulisan ini, tak dibuat untuk membuat analisa baru terkait isu itu… Read More …

Sharing Economy ???

Di bisnis taksi konvensional, kita bukan hanya harus membayar jasa angkutannya, tetapi secara tidak langsung juga mesti menanggung biaya kredit mobilnya, gaji pegawai perusahaan taksinya, biaya listrik dan AC, dan sebagainya. Di bisnis taksi berbasis aplikasi, kita tidak ikut menanggung biaya-biaya tersebut. Jadi, tak mengherankan kalau tarifnya bisa lebih murah. Kolega saya pernah membandingkan. untuk rute Cakung ke Halim Perdanakusuma yang samasama di Jakarta Timur, dengan taksi konvensional tarifnya Rp105.000, sementara dengan taksi berbasis aplikasi hanya Rp55.000. Ini jelas pilihan yang mudah buat calon konsumen. Switching cost dalam industri ini amat rendah. Maka terjadilah downshifting. Lalu, bagaimana yang satu bisa lebih mahal ketimbang yang lain? Ini adalah persoalan model bisnis. Read More …

Mengenal Dome of The Rock, Baitul Maqdis dan Al Quds…

Ketika menyebutkan nama Masjidil Al Aqsha, seringkali kita terbayang akan sebuah masjid berbentuk segi delapan dengan kubah berwarna emas. Berdasarkan warna kubah tersebut, disebutkanlah bahwa Masjidil Al Aqsha sebagai Dome Of The Rock. Namun, berdasarkan pengalaman pribadi saya, yang mengunjungi Masjidil Al Aqsha pada tahun 2013 dan 2015, penamaan tersebut nampaknya kurang tepat. Read More …

Bekerja adalah Ibadah…

Doktor Jaribah Al Haritsi dalam buku berjudul Al-Fiqhul Iqtishad menuliskan, bahwa Khalifah ‘Umar bin Khattab ra. pernah menjumpai 3 orang yang terus menerus berada di Masjid Nabawi. Ketiganya mengikuti shalat berjama’ah. Tetapi, setelah imam mengucapkan dua kalimat salam, mereka terus berada di masjid. Mereka hanya duduk, berdzikir dan membaca Al Qur’an. Seakan-akan mereka terus menerus dalam keadaan beri’tikaf.

Kemudian Al Faruq mendatangi dan bertanya kepada mereka,

“Apa yang kalian kerjakan disini ?”

Read More …

Politik Identitas Yang Dogmatis…

Demokrasi, sebuah sistem yang diklaim terbaik dalam bidang tata negara, mulai memunculkan frasa “Politik Identitas”. Gaungnya semakin lama makin kencang, bermula dari riuhnya kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) di Ibukota. Dan, frasa “Politik Identitas” semakin keras digaungkan, menjelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres).

Jika disimak, isu agama, menjadi bahan kajian para pemerhati dan pengamat politik. Bagi mereka, pilkada Ibukota mencerminkan kentalnya “Politik Identitas” berbasis agama, utamanya ketika membahas kekalahan sang calon yang juga petahana. Beberapa cendekiawan politik, menilai “Politik Identitas”, seharusnya tidak lagi digunakan sebagai acuan dalam menilai kapabilitas dan kapasitas seseorang untuk memimpin. Read More …