(Jangan) Biarkan Atap Itu Runtuh…

Prihatin…

Itulah perasaan kami, sebagai seorang SMALANE (Alumnus dan Civitas Akademika SMU Negeri 5 Surabaya), ketika beredar foto dibawah ini, di grup percakapan daring (online chatting group).

Kondisi plafon di salah satu kelas SMAN 5 Surabaya

Betapa tidak, langit-langit yang terbuka itu, menjadi saksi bisu keceriaan kami, tatkala berseragam putih abu-abu. Tak kami sangka, bangunan fisik salah satu SMA terbaik di Indonesia ini, lapuk digerogoti usia.

Kami, menyangka, status bangunan sekolah, sebagai salah satu cagar budaya di Kota Pahlawan,  bisa menjadi jaminan, terselenggaranya dana pemeliharaan dari instansi berwenang.

Namun, tak elok rasanya, jika diri ini, menjadikan foto tersebut sebagai penghakiman, bahwa ada masalah manajerial atas aset bangunan sekolah terbaik di Surabaya, Jawa Timur.

Ada banyak aspek yang tak kami ketahui secara persis, mengapa lapisan langit-langit kelas di masa sekolah dulu, harus terlepas dari kerangkanya. Andai saja, sekolah SMUN 5 Surabaya, berada di pelosok negeri,mungkin kami masih bisa memakluminya.

Tapi, sekolah kami ada di jantung kota, bahkan tergolong sekolah elit dan teladan di Ujung Galuh…

Mungkin di benak beberapa orang, urusan rusaknya bangunan sekolah yang dulunya bagian dari Hoogere Burgerschool (HBS) ini, sebagai urusan remeh, di tengah padatnya agenda pemerintah, baik tingkat pusat,provinsi atau kota.

Kondisi langit-langit di beberapa kelas di SMAN 5 Surabaya

Kondisi langit-langit (plafon) di salah satu kelas SMAN 5 Surabaya

Tapi…

Sebaiknya kita mengingat masa lalu, saat seusia Dilan dan Milea. Untaian kata cinta, mungkin terucap di bawah plafon yang kini koyak. Bisa juga, di atas meja belajar di dalam kelas, terukir kata prasasti tulisan pena, yang isinya,

“Dilan Love Milea”

Bagi sebagian kita, di bawah langit-langit kelas itulah, untuk pertama kalinya kita mendengar 4 bait indah ini…

SMALANE Suci dalam pikiran…

SMALANE Benar jika berkata…

SMALANE Tepat dalam tindakan…

SMALANE Dapat dipercaya…

Inilah 4 mantra yang membentuk integritas kita sebagai manusia.

Teman, kakak, adek, dan saudara-saudara semua…

Kita tentu bangga, ketika Ir. Soekarno, berstatus lulusan HBS, sehingga kita berhak menyematkan gelar alumnus SMAN 5 Surabaya kepadanya…

Hati siapa yang tak bahagia, ketika tahu Tri Rismaharini, Basuki Hadimulyono, Soedjarwoto Soemarsono (Gombloh), Basofi Sudirman, Sunarto Sumoprawiro (Cak Narto), Rudy Hartono Kurniawan, Lis Hartono (Cak Lontong), Tato Miraza, Ir. H.Budi Sulistyono, Paulus Waterpauw hingga KartikaWirjoatmodjo berada di deretan keluarga besar SMALANE…

Saat ini, bukan saatnya mengkritisi, atau menginvestigasi, kerusakan bangunan sekolah kita itu, tanggung jawab siapa…

Karena sesungguhnya, adek-adek kelas kita tak punya banyak waktu untuk menunggu…

Mereka harus segera kembali ke kelas, untuk mempertahankan status sekolah kita, sebagai yang terbaik di bumi pertiwi…

Masalahnya, jangan sampai fokus belajar mereka digoyahkan oleh rasa takut tertimpa bangunan atas sekolah…

Rekening Donasi Rahabilitasi Ruang Kelas 
Bank Jatim 001 770 00 821 (an. SMA Negeri 5 Surabaya) Info Donasi : Yuni Rahayuningtyas (0877-3737-3752)

Walllahu ‘alam bi shawab…

Meraup Untung dari Pertagas…

Setelah hangat pemberitaan mengenai divestasi saham PT. Freeport Indonesia, Jum’at 20 Juli 2018 lalu, ribuan pekerja PT.Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina (FAPPB) melakukan demonstrasi di depan Gedung Kementerian BUMN.

Jika kita menganggap isu pencopotan Menteri BUMN dalam aksi tersebut, lebih kental unsur politiknya, maka kita tak usah membahasnya terlampau dalam. (Gue males ngomongin politik broooooo……..!!!!!!!!!!!)

Mari kita cermati, salah satu pangkal alasan, mengapa para pekerja BUMN Minyak itu berdemonstrasi, yaitu adanya perjanjian Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) yang dikeluarkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Continue reading “Meraup Untung dari Pertagas…”

Freeport oh Freeport…

Alhamdulillah alla kuli hal… Segala Puji Hanya Milik Allah atas setiap keadaan…

Jum’at, 13 Juli 2018, kita mendengar kabar, bahwa Pemerintah Indonesia, menandatangani perjanjian Heads of Agreement (HoA) dengan Freeport-McMoran Inc. (FCX). Inti dari HoA adalah kesepakatan peralihan saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Continue reading “Freeport oh Freeport…”

Makanan Halal, Gaya Hidup atau Kebutuhan ???

Situs huffingtonpost.com menempatkan Burger Factory sebagai salah satu diantara 20 restoran halal terbaik di Kota Toronto, Canada. 

Burger Factory tidak hanya menyajikan sajian berbahan dasar daging yang lezat, tetapi menjamin kehalalannya. Di mata masyarakat barat,  kuliner halal tidak semata bebas babi dan alkohol. Huffingtonpost.com mendefinisikan hidangan halal adalah olahan masakan yang sesuai dengan syariat Islam. 

Canada dan Amerika Serikat  merupakan dua negara di kawasan Amerika Utara (North America). Belanja makanan halal,  di kawasan tersebut, tertinggi di dunia. Sebuah lembaga riset marketing multinasional,  Statista, memprediksi nilai pasar makanan halal di seluruh dunia sebesar  1.2 Milyar Dollar AS atau sekitar 16.5 Trilyun Rupiah di tahun 2016.

Total belanja makanan halal secara global,  diprediksi terus naik, hingga  mencapai 2.5 Milyar Dollar AS atau sekitar 37 Trilyun Rupiah di tahun 2024 nanti. Continue reading “Makanan Halal, Gaya Hidup atau Kebutuhan ???”

Sepak Bola Kita…

Gelora Bung Karno, kembali menjadi sumber berita. Anehnya, yang ramai dibicarakan tak terkait dengan akhir laga yang tersaji di stadion. Protokoler dan dunia politik, ternyata yang menyebabkan saya tak banyak membaca berita ulasan pertandingan, di lini media sosial…

Tenang saja… tulisan ini, tak dibuat untuk membuat analisa baru terkait isu itu… Continue reading “Sepak Bola Kita…”

Politik Identitas Yang Dogmatis…

Demokrasi, sebuah sistem yang diklaim terbaik dalam bidang tata negara, mulai memunculkan frasa “Politik Identitas”. Gaungnya semakin lama makin kencang, bermula dari riuhnya kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) di Ibukota. Dan, frasa “Politik Identitas” semakin keras digaungkan, menjelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres).

Jika disimak, isu agama, menjadi bahan kajian para pemerhati dan pengamat politik. Bagi mereka, pilkada Ibukota mencerminkan kentalnya “Politik Identitas” berbasis agama, utamanya ketika membahas kekalahan sang calon yang juga petahana. Beberapa cendekiawan politik, menilai “Politik Identitas”, seharusnya tidak lagi digunakan sebagai acuan dalam menilai kapabilitas dan kapasitas seseorang untuk memimpin. Continue reading “Politik Identitas Yang Dogmatis…”

Peran Ayah…

Tulisan ini dibuat sehari setelah saya menyaksikan film berjudul “Real Steel” di stasiun televisi nasional. Film bergenre fiksi ilmiah ini, menceritakan kehidupan ayah dan anak, yang saling bekerjasama di ajang lomba tinju robot professional. Kekuatan film yang dibintangi oleh Hugh Jackman dan Dakota Goyo ini, tak hanya menampilkan visualisasi dahsyat dari pertarungan antar robot. Continue reading “Peran Ayah…”

Kalian Sudah Paham ?

Si Banu dan kawan-kawannya setiap hari menyiksasi Badu. Dipukul, ditendang, dijambak, disetrum, ditusuk pisau, dibacok, disayat, diseret sepanjang jalan, di mutilasi hidup-hidup, dibakar hidup-hidup, dan lainnya. Pokoknya sempurna kekejamannya.

Bukan itu saja. Si Banu juga menyiksa anak, istri, orang tua, dan mertua si Badu. Istri dan anak perempuan si Badu diperkosa beramai-ramai di depan keluarganya. Mereka juga disiksa secara fisik dengan siksaan yang tak terperi. Bahkan perut istri Badu yang tengah hamil, dibelah dengan pedang dan janin yang dikandungnya dicincang-cincang. Anak-anak laki-lakinya mengalami nasib yang sama dengan bapaknya. Continue reading “Kalian Sudah Paham ?”

Kinerja Kolektif

Keberhasilan PT. DI bersama LAPAN menerbangkan N-219, melengkapi moncernya kinerja BUMN manufaktur. Sebelum N-219 mengudara di langit kota Bandung, KRI Martadinata telah menjadi bagian dari kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut (TNI AL). Kapal tersebut, dihasilkan dari galangan kapal nasional, bernama PT. PAL. Di sektor perhubungan darat, mobilisasi penumpang angkutan kereta api, semakin nyaman karena keberhasilan PT. Industri Kereta Api (PT. INKA) menciptakan gerbong berstandar internasional. Kebangkitan industri manufaktur dalam negeri, semakin nyata, ketika anggota TNI berhasil memenangkan ajang menembak internasional dengan senjata buatan PT. Pindad. Continue reading “Kinerja Kolektif”