Politik Identitas Yang Dogmatis…

Demokrasi, sebuah sistem yang diklaim terbaik dalam bidang tata negara, mulai memunculkan frasa “Politik Identitas”. Gaungnya semakin lama makin kencang, bermula dari riuhnya kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) di Ibukota. Dan, frasa “Politik Identitas” semakin keras digaungkan, menjelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres).

Jika disimak, isu agama, menjadi bahan kajian para pemerhati dan pengamat politik. Bagi mereka, pilkada Ibukota mencerminkan kentalnya “Politik Identitas” berbasis agama, utamanya ketika membahas kekalahan sang calon yang juga petahana. Beberapa cendekiawan politik, menilai “Politik Identitas”, seharusnya tidak lagi digunakan sebagai acuan dalam menilai kapabilitas dan kapasitas seseorang untuk memimpin. Read More …

Asal Usul Berhala di Mekkah…

Sebelum masa Kenabian Rasulullah SAW, agama bangsa Arab mengikut dakwah Nabi Isma’il as. Inti ajaran beliau adalah menyeru kepada agama bapaknya, Nabi Ibrahim as. Inti agama ini adalah menyembah Allah, mengesakan-Nya, dan memeluk agama-Nya. Namun, perkembangan agama ini, dari generasi ke generasi mulai melenceng, meskipun masih ada sedikit sisa ajaran Tauhid. Read More …

Mengapa Tidak Boleh Belajar Islam Lewat Google?

Pertanyaan :
Assalamu ‘alaikum wr. wb.Saya sering dinasehati oleh guru ngaji saya bahwa kalau belajar agama itu tidak boleh lewat Google. Kata beliau Google itu sumber kebohongan kalau bicara tentang ilmu-ilmu agama.Pertanyaan saya ustadz, apakah benar yang dikatakan guru ngaji saya itu? Sebab selama ini saya memang belajar agama lewat Google. Saya merasa banyak mendapatkan ilmu dan pencerahan dari hasil browsing dan searching di internet.Kalau dibilang haram, terus nanti saya belajar agamanya bagaimana? Mohon pencerahannya ustadz.Wassalam

 

 

Read More …